Numpang Praktikum di Kelas Orang
mesti salam dulu
Assalamu alaikum wr.wb
Hari ini tepat hari Jumat, 25 nopember 2012. saya lagi melakukan praktikum di laboratorium komputer. Dengan judul praktikum BLOG. Yang anehnya saya harus numpang di kelas orang. Awal masuk pasti ditatap sinis sama penghuni kelompok tersebut. Kenapa saya ada?, kenapa orang ini ada?, ihhh siapa sihh dia?. Tapi saya tetap cool menghadapi itu semua. Saya ingin ceritakan kenapa saya bisa di titipkan di kelompok lain. Itu karena saya tidak bisa hadir di praktikum pada kelas saya sebelumnya. Maklum ada amanah yang harus diselesaikan.
Saya ingin ceritakan ketika masuk praktikum ada respon yang harus kami hadapi terlebih dahulu. Saya yakin tidak gares (red:gagal respon), tapi kayaknya hasilnya kurang maksimal. Maklum saya tidak maksimal belajar. Saya hanya sempat belajar pada saat sudah ada di depan pintu laboratorium. Ternyata benar saya hanya mendapat 78 dari 100 total skor yang ada, sungguh sangat memalukan saudara-saudara. Maafkan buat para penggemar yang telah saya kecewakan kayaknya saya harus tereliminasi malam ini(pengaruh habis nonton acara pencarian bakat). Tapi mau diapa nasi telah menjadi basi.
Pada saat praktikum semua malah sibuk mengikuti intruksi pemateri sementara saya sibuk menulis artikel ini. Bukannya saya bandel, tapi saya lagi pengen menulis, baru kali ini lagi saya menulis setelah kunjungan saya ke surga beberapa bulan yang lalu. Ternyata walaupun di surga saya tetap rindu dengan dunia (bisanya itu haha, maaf lagi berkhayal). Saya menulis artikel ini sambil duduk yang manis, di temani dengan milkshake alias susu kocok(bayangkan saat praktikum masih sempat-sempatnya minum milkshake) di sebelah kiri saya ada Christian Beren, Christian beren ini orangnya imut dan menawan. Panggilannya beren, entah kenapa dia memilih untuk di panggil beren padahal Christ atau tian lebih keren. Mungkin dia ingin dipanggil beren agar lebih imut. Beren pengertiannya sangat ambigu, bayangkan kalau "n"nya dihilangkan jadinya bere dalam bahasa daerah makassar bisa diartikan sebagai pe**s. Maaf bukan maksud agak vulgar tapi hanya untuk memperjelas maksud yang tersirat.
Disamping kanan saya ada Rahmat Wahid, beliau seorang calon politikus. Saya juga tidak tahu kenapa dia bercita-cita demikian, padahal wajahnya tidak mirip dengan tikus. Beliau aktif memonitoring perkembangan politik di Indonesia. Bahkan sejak politik masih dalam bentuk janin.
Assalamu alaikum wr.wb
Hari ini tepat hari Jumat, 25 nopember 2012. saya lagi melakukan praktikum di laboratorium komputer. Dengan judul praktikum BLOG. Yang anehnya saya harus numpang di kelas orang. Awal masuk pasti ditatap sinis sama penghuni kelompok tersebut. Kenapa saya ada?, kenapa orang ini ada?, ihhh siapa sihh dia?. Tapi saya tetap cool menghadapi itu semua. Saya ingin ceritakan kenapa saya bisa di titipkan di kelompok lain. Itu karena saya tidak bisa hadir di praktikum pada kelas saya sebelumnya. Maklum ada amanah yang harus diselesaikan.
Saya ingin ceritakan ketika masuk praktikum ada respon yang harus kami hadapi terlebih dahulu. Saya yakin tidak gares (red:gagal respon), tapi kayaknya hasilnya kurang maksimal. Maklum saya tidak maksimal belajar. Saya hanya sempat belajar pada saat sudah ada di depan pintu laboratorium. Ternyata benar saya hanya mendapat 78 dari 100 total skor yang ada, sungguh sangat memalukan saudara-saudara. Maafkan buat para penggemar yang telah saya kecewakan kayaknya saya harus tereliminasi malam ini(pengaruh habis nonton acara pencarian bakat). Tapi mau diapa nasi telah menjadi basi.
Pada saat praktikum semua malah sibuk mengikuti intruksi pemateri sementara saya sibuk menulis artikel ini. Bukannya saya bandel, tapi saya lagi pengen menulis, baru kali ini lagi saya menulis setelah kunjungan saya ke surga beberapa bulan yang lalu. Ternyata walaupun di surga saya tetap rindu dengan dunia (bisanya itu haha, maaf lagi berkhayal). Saya menulis artikel ini sambil duduk yang manis, di temani dengan milkshake alias susu kocok(bayangkan saat praktikum masih sempat-sempatnya minum milkshake) di sebelah kiri saya ada Christian Beren, Christian beren ini orangnya imut dan menawan. Panggilannya beren, entah kenapa dia memilih untuk di panggil beren padahal Christ atau tian lebih keren. Mungkin dia ingin dipanggil beren agar lebih imut. Beren pengertiannya sangat ambigu, bayangkan kalau "n"nya dihilangkan jadinya bere dalam bahasa daerah makassar bisa diartikan sebagai pe**s. Maaf bukan maksud agak vulgar tapi hanya untuk memperjelas maksud yang tersirat.
Disamping kanan saya ada Rahmat Wahid, beliau seorang calon politikus. Saya juga tidak tahu kenapa dia bercita-cita demikian, padahal wajahnya tidak mirip dengan tikus. Beliau aktif memonitoring perkembangan politik di Indonesia. Bahkan sejak politik masih dalam bentuk janin.


0 komentar: